Kamis, 03 Mei 2012
bad of child attitude
he is bad child, he live with her parents.but his parents doesn't care to him.
one day he goes to mall with her parent and he bring a smoke beside that
he imitate father's attitude ,the attitude is bad.
teh child feel so that a character is good but actually that is wrong beside
he is smoker and bad attitude. he doesn't respect to her parents.
Senin, 09 April 2012
Tugas 2 Bahasa Inggris
(Verb) - (Noun) - (Adverb) - (Adjective)
BEAUTIFY - BEAUTY - BEAUTIFULL - BEAUTIFULLY
LOVE - LOVELY - LOVEFULL - LOVEABLE
Invest - Investor - investly - investable
beautify - beauty - beautiable - beautifully
A. CENTENE OF PROTECT
1. YOU BEAUTIFY A GARDEN
2. YOU ARE MORE BEAUTY THAN HER
3. THE PICTURE IS VERY BEAUTIFULL
4. SHE IS BEAUTIFULLY
B. Centene of invest
1. I invest a gold
2. The investor will build a new building
3. Bank is a good places to investly
4. It is very investable with that
BEAUTIFY - BEAUTY - BEAUTIFULL - BEAUTIFULLY
LOVE - LOVELY - LOVEFULL - LOVEABLE
Invest - Investor - investly - investable
beautify - beauty - beautiable - beautifully
A. CENTENE OF PROTECT
1. YOU BEAUTIFY A GARDEN
2. YOU ARE MORE BEAUTY THAN HER
3. THE PICTURE IS VERY BEAUTIFULL
4. SHE IS BEAUTIFULLY
B. Centene of invest
1. I invest a gold
2. The investor will build a new building
3. Bank is a good places to investly
4. It is very investable with that
Jumat, 09 Maret 2012
Tugas 1 #Bahasa Inggris
differences in word english Britain and english america
Inggris. Amerika. Indonesia.
honour. honor. Kehormatan.
humour. humor. Kelucuan.
labour. labor. Kerja.
neighbour. neighbor. Tetangga.
odour. odor. Bau tidak sedap.
parlour. parlor. Salon.
rancour. rancor. Benci.
rigour. rigor. Kekakuan.
rumour. rumor. Kabar angin/Gosip.
saviour. savior. Juru Selamat.
Inggris. Amerika. Indonesia.
honour. honor. Kehormatan.
humour. humor. Kelucuan.
labour. labor. Kerja.
neighbour. neighbor. Tetangga.
odour. odor. Bau tidak sedap.
parlour. parlor. Salon.
rancour. rancor. Benci.
rigour. rigor. Kekakuan.
rumour. rumor. Kabar angin/Gosip.
saviour. savior. Juru Selamat.
Tulisan 1 #Bahasa Inggris
My personal autobiography
My name is faisal ahmad, I was born in Jakarta on the 10th of november 1991.
now at this moment I have 20 years of age. I am a student at one university Gunadarma. I am Moslem and I am sure the sex of a man. I live with my parents which is located onhighway number 45 mill. my child to 2 of 4 siblings. My father's name is Zainuddin whilemy mother named Mrs. Maryani. My father was self-employed work, while my mother wasa housewife. now my status is still not married. My favorite food is steak and pizza. Myhobby is playing computer games, playstation, movies, and playing futsal.
My name is faisal ahmad, I was born in Jakarta on the 10th of november 1991.
now at this moment I have 20 years of age. I am a student at one university Gunadarma. I am Moslem and I am sure the sex of a man. I live with my parents which is located onhighway number 45 mill. my child to 2 of 4 siblings. My father's name is Zainuddin whilemy mother named Mrs. Maryani. My father was self-employed work, while my mother wasa housewife. now my status is still not married. My favorite food is steak and pizza. Myhobby is playing computer games, playstation, movies, and playing futsal.
Jumat, 25 November 2011
tulisan 8
Harapan-harapan di masa depan
ika saya ditanya harapan saya? sebenarnya banyak sekali, tapi saya ambil contoh untuk harapan saya dimasa yang akan datang. Harapan saya dimasa datang adalah menjadi seorang pengusaha muda, menjadi seorang yang bermanfaat dimasa yang akan datang, menjadi imam yang berhasil dalam membina keluarga nanti, dan menjadi pribadi seseorang yang baik bagi semua orang,serta menjadi orang yang selalu dikenang ketika saya sudah tiada.
Dan untuk keluarga saya, saya akan berusaha apapun untuk membahagiakan keluarga saya terutama untuk kedua orang tua saya. dimana bisa di bilang sebagai bales budi kepada orang tua,waktu saya kecil hingga dewasa sampai sekarang mereka selalu mendukung,menjaga,dan memberikan yang terbaik untuk saya.
ika saya ditanya harapan saya? sebenarnya banyak sekali, tapi saya ambil contoh untuk harapan saya dimasa yang akan datang. Harapan saya dimasa datang adalah menjadi seorang pengusaha muda, menjadi seorang yang bermanfaat dimasa yang akan datang, menjadi imam yang berhasil dalam membina keluarga nanti, dan menjadi pribadi seseorang yang baik bagi semua orang,serta menjadi orang yang selalu dikenang ketika saya sudah tiada.
Dan untuk keluarga saya, saya akan berusaha apapun untuk membahagiakan keluarga saya terutama untuk kedua orang tua saya. dimana bisa di bilang sebagai bales budi kepada orang tua,waktu saya kecil hingga dewasa sampai sekarang mereka selalu mendukung,menjaga,dan memberikan yang terbaik untuk saya.
Tugas 8 (IBD)
definisi harapan.
Harapan adalah impian Anda. Sedangkan harapan yang dibuat oleh pikiran Anda adalah rencana Anda. Dengannya, Anda tidak mungkin melihat jalan-jalan menuju ke tempat-tempat yang baik, bila hati Anda kosong dari harapan.
Harapan yang dalam adalah pembentuk kerendahan hati yang mudah menerima yang kecil dan yang sederhana – sebagai syarat bagi pencapaian yang besar dan yang sulit.
Harapan yang tinggi adalah pembentuk kesungguhan hati untuk menggunakan semua kekuatan dari keberadaan Anda – untuk mencapai yang tertinggi dari yang mungkin Anda capai.
Referensi:http://ekowerdiyanto.blogspot.com/2007/09/definisi-harapan.
Harapan adalah impian Anda. Sedangkan harapan yang dibuat oleh pikiran Anda adalah rencana Anda. Dengannya, Anda tidak mungkin melihat jalan-jalan menuju ke tempat-tempat yang baik, bila hati Anda kosong dari harapan.
Harapan yang dalam adalah pembentuk kerendahan hati yang mudah menerima yang kecil dan yang sederhana – sebagai syarat bagi pencapaian yang besar dan yang sulit.
Harapan yang tinggi adalah pembentuk kesungguhan hati untuk menggunakan semua kekuatan dari keberadaan Anda – untuk mencapai yang tertinggi dari yang mungkin Anda capai.
Referensi:http://ekowerdiyanto.blogspot.com/2007/09/definisi-harapan.
tulisan 7 - kegelisahan
Kehidupan manusia sekarang ini semakin maju, didukung dengan teknologi yang semakin memudahkan manusia dalam menjalankan aktivitas dan kehidupannya sehari-hari. Gerak manusia semakin cepat, setiap aktivitas yang dikerjakan dikontrol oleh agenda yang senantiasa dibawa serta, mereka merasa selalu diburu waktu seakan waktu 24 jam sehari tidaklah cukup. Kehidupan seakan berjalan seperti rutinitas yang senantiasa harus dilakukan untuk mencapai ‘tujuan hidup’, tanpa menyampingkan hal lain, seperti kesehatan dan kebutuhan spiritual, hanya terfokus pada pekerjaan dengan dipenuhi oleh pikiran kesenangan yang akan didapat di masa yang akan datang.
Di balik itu semua, secara jujur, maukah Anda mengakui bahwa Anda merasa gelisah? Apakah kadang Anda merasa takut dan susah hati menjalani hidup yang itu-itu saja? Kalau jawabannya ‘ya’, jangan khawatir, karena itu adalah hal yang wajar dialami oleh manusia bahkan mungkin sampai saat kematian menghampirinya.
Kegelisahan dan kesedihan merupakan suatu kejahatan kembar yang datang beriringan dan bergandengan. Mereka hidup bersama-sama di dunia ini. Jika Anda gelisah, maka Anda akan merasa susah dan sedih, begitu pun sebaliknya. Kadangkala kita berupaya untuk menghindari mereka, lari dari kenyataan, tetapi tetap saja mereka akan senantiasa hadir dalam diri kita. Kejahatan kembar ini bukan untuk dihindari, tetapi bukan berarti kita membiarkan mereka untuk mengalahkan kita. Kita harus mengatasi mereka dengan usaha kita sendiri, dengan kemantapan hati dan kesabaran, dengan pengertian benar dan kebijaksanaan.
Kegelisahan yang timbul dalam diri kita sebenarnya dibuat oleh kita sendiri, kita ciptakan mereka di dalam pikiran kita melalui ketidakmampuan ataupun kegagalan untuk mengerti bahaya perasaan keakuan dan melalui khayalan yang melambung serta kesalahan dalam menilai setiap kejadian atau benda. Hanya jika kita dapat melihat suatu kejadian atau benda dengan apa adanya, bahwa tidak ada sesuatu apa pun yang kekal di dunia ini dan bahwa keakuan kita sendiri merupakan khayalan liar yang membawa kekacauan dalam pikiran yang tidak terlatih.
Sang Buddha bersabda, “Di mana pun rasa ketakutan muncul, ia hanya akan muncul pada orang yang bodoh, tidak pada orang yang bijaksana.” Ketakutan tidaklah lebih dari keadaan pikiran yang dapat menjadi subyek untuk mengendalikan dan memimpin, penyalahgunaan pikiranlah yang menghasilkan ketakutan, penggunaan yang benar akan mewujudkan harapan dan cita-cita dan dalam hal ini pikiran sepenuhnya tergantung pada diri kira sendiri.
Ada pepatah yang berbunyi, “Alam telah menganugerahi manusia untuk dapat mengendalikan seluruh isinya, kecuali satu hal, yaitu pikiran.” Kenyataan ini diperkuat dengan kenyataan tambahan bahwa segala sesuatu yang diciptakan manusia dimulai dalam bentuk pikiran, hal ini menuntun kita untuk menyadari bahwa ketakutan dapat diatasi. Rasa ketakutan, kegelisahan, dan kecemasan yang tidak berlebihan merupakan naluri alamiah untuk menjaga diri, tetapi jika berlebihan akan menjadi musuh bagi manusia itu sendiri.
Seorang ahli anatomi terkemuka dari Inggris suatu ketika ditanya oleh muridnya tentang obat terbaik untuk mengatasi ketakutan, dan jawabnya adalah, “Cobalah untuk mengerjakan sesuatu untuk orang lain.” Murid tersebut merasa heran atas jawaban yang diberikan, kemudian sang guru meneruskan, “Anda tidak dapat memiliki dua pikiran yang berlawanan pada waktu yang sama, salah satu pikiran akan mengusir pikiran yang lain. Jika suatu saat pikiran sedang terpusat untuk menolong orang lain tanpa mengharapkan apa pun, maka rasa ketakutan tidak akan muncul di dalam pikiran pada waktu yang sama.”
Hal-hal berikut bisa kita sadari dan mungkin dilakukan untuk melatih pikiran kita agar kita tidak memberikan kesempatan kepada kejahatan kembar untuk menumpangi pikiran kita:
- Jangan bertentangan dengan hukum alam.
Hiduplah sesuai dengan hukum alam, mengikuti jalan kehidupan yang benar dan melakukan jasa-jasa dan kebaikan. Mungkin Anda adalah manusia modern yang sangat sibuk, tetapi sisihkanlah waktu Anda walaupun sedikit untuk membaca buku-buku yang bernilai. Kebiasaan ini akan memungkinkan Anda untuk melupakan kecemasan dan mengembangkan batin. Jangan lupa bahwa Anda juga merupakan makhluk beragama, sisihkan waktu untuk menunaikan kewajiban agama, seperti membaca parita suci.
- Kenalilah lingkunganmu.
Kita tidak dapat menyelami kehidupan orang lain yang sesungguhnya, seperti mengerti kehidupan orang lain yang tingkat sosial ekonominya berbeda dengan kita. Jika kita sehat, kita tidak dapat mengetahui bagaimana rasanya sakit atau cacat. Kurangnya pengalaman seperti itu membuat rasa toleransi kita kurang karena toleransi lahir hanya dari pengertian, sedangkan pengertian tidak dapat timbul tanpa adanya pengalaman. Karena itu, mendapatkan pengalaman sebanyak mungkin dari semua segi kehidupan merupakan hal yang baik dan menyadari bahwa kita tidak selalu hidup dalam keadaan mewah.
- Ketidakbahagiaan manusia.
Sang Buddha mengajarkan bahwa ketidakbahgiaan datang dari keinginan yang rendah, egois, hanya mempedulikan diri sendiri, dan jika tidak terpenuhi, maka akan menyebabkan kesusahan dan kegelisahan. Cara untuk menghindari kegelisahan itu adalah dengan menyingkirkan semua keinginan rendah yang menyebabkannya. Sesungguhnya kita bukan menikmati kesenangan tetapi dikuasai oleh kesenangan itu.
- Waktu akan menyelesaikan masalah.
Apa pun kesulitan kita, bagaimanapun beratnya, semuanya dapat diselesaikan oleh berlangsungnya waktu. Sadarilah bahwa kesulitan itu ada akhirnya, jangan menyita waktu kita hanya untuk memikirkan masalah yang berlarut-larut, lebih baik memikirkan hal lain yang lebih bermanfaat.
referensi:http://bacaebookgratis.wordpress.com/2011/06/03/10-manusia-dan-kegelisahan-tulisan/
Di balik itu semua, secara jujur, maukah Anda mengakui bahwa Anda merasa gelisah? Apakah kadang Anda merasa takut dan susah hati menjalani hidup yang itu-itu saja? Kalau jawabannya ‘ya’, jangan khawatir, karena itu adalah hal yang wajar dialami oleh manusia bahkan mungkin sampai saat kematian menghampirinya.
Kegelisahan dan kesedihan merupakan suatu kejahatan kembar yang datang beriringan dan bergandengan. Mereka hidup bersama-sama di dunia ini. Jika Anda gelisah, maka Anda akan merasa susah dan sedih, begitu pun sebaliknya. Kadangkala kita berupaya untuk menghindari mereka, lari dari kenyataan, tetapi tetap saja mereka akan senantiasa hadir dalam diri kita. Kejahatan kembar ini bukan untuk dihindari, tetapi bukan berarti kita membiarkan mereka untuk mengalahkan kita. Kita harus mengatasi mereka dengan usaha kita sendiri, dengan kemantapan hati dan kesabaran, dengan pengertian benar dan kebijaksanaan.
Kegelisahan yang timbul dalam diri kita sebenarnya dibuat oleh kita sendiri, kita ciptakan mereka di dalam pikiran kita melalui ketidakmampuan ataupun kegagalan untuk mengerti bahaya perasaan keakuan dan melalui khayalan yang melambung serta kesalahan dalam menilai setiap kejadian atau benda. Hanya jika kita dapat melihat suatu kejadian atau benda dengan apa adanya, bahwa tidak ada sesuatu apa pun yang kekal di dunia ini dan bahwa keakuan kita sendiri merupakan khayalan liar yang membawa kekacauan dalam pikiran yang tidak terlatih.
Sang Buddha bersabda, “Di mana pun rasa ketakutan muncul, ia hanya akan muncul pada orang yang bodoh, tidak pada orang yang bijaksana.” Ketakutan tidaklah lebih dari keadaan pikiran yang dapat menjadi subyek untuk mengendalikan dan memimpin, penyalahgunaan pikiranlah yang menghasilkan ketakutan, penggunaan yang benar akan mewujudkan harapan dan cita-cita dan dalam hal ini pikiran sepenuhnya tergantung pada diri kira sendiri.
Ada pepatah yang berbunyi, “Alam telah menganugerahi manusia untuk dapat mengendalikan seluruh isinya, kecuali satu hal, yaitu pikiran.” Kenyataan ini diperkuat dengan kenyataan tambahan bahwa segala sesuatu yang diciptakan manusia dimulai dalam bentuk pikiran, hal ini menuntun kita untuk menyadari bahwa ketakutan dapat diatasi. Rasa ketakutan, kegelisahan, dan kecemasan yang tidak berlebihan merupakan naluri alamiah untuk menjaga diri, tetapi jika berlebihan akan menjadi musuh bagi manusia itu sendiri.
Seorang ahli anatomi terkemuka dari Inggris suatu ketika ditanya oleh muridnya tentang obat terbaik untuk mengatasi ketakutan, dan jawabnya adalah, “Cobalah untuk mengerjakan sesuatu untuk orang lain.” Murid tersebut merasa heran atas jawaban yang diberikan, kemudian sang guru meneruskan, “Anda tidak dapat memiliki dua pikiran yang berlawanan pada waktu yang sama, salah satu pikiran akan mengusir pikiran yang lain. Jika suatu saat pikiran sedang terpusat untuk menolong orang lain tanpa mengharapkan apa pun, maka rasa ketakutan tidak akan muncul di dalam pikiran pada waktu yang sama.”
Hal-hal berikut bisa kita sadari dan mungkin dilakukan untuk melatih pikiran kita agar kita tidak memberikan kesempatan kepada kejahatan kembar untuk menumpangi pikiran kita:
- Jangan bertentangan dengan hukum alam.
Hiduplah sesuai dengan hukum alam, mengikuti jalan kehidupan yang benar dan melakukan jasa-jasa dan kebaikan. Mungkin Anda adalah manusia modern yang sangat sibuk, tetapi sisihkanlah waktu Anda walaupun sedikit untuk membaca buku-buku yang bernilai. Kebiasaan ini akan memungkinkan Anda untuk melupakan kecemasan dan mengembangkan batin. Jangan lupa bahwa Anda juga merupakan makhluk beragama, sisihkan waktu untuk menunaikan kewajiban agama, seperti membaca parita suci.
- Kenalilah lingkunganmu.
Kita tidak dapat menyelami kehidupan orang lain yang sesungguhnya, seperti mengerti kehidupan orang lain yang tingkat sosial ekonominya berbeda dengan kita. Jika kita sehat, kita tidak dapat mengetahui bagaimana rasanya sakit atau cacat. Kurangnya pengalaman seperti itu membuat rasa toleransi kita kurang karena toleransi lahir hanya dari pengertian, sedangkan pengertian tidak dapat timbul tanpa adanya pengalaman. Karena itu, mendapatkan pengalaman sebanyak mungkin dari semua segi kehidupan merupakan hal yang baik dan menyadari bahwa kita tidak selalu hidup dalam keadaan mewah.
- Ketidakbahagiaan manusia.
Sang Buddha mengajarkan bahwa ketidakbahgiaan datang dari keinginan yang rendah, egois, hanya mempedulikan diri sendiri, dan jika tidak terpenuhi, maka akan menyebabkan kesusahan dan kegelisahan. Cara untuk menghindari kegelisahan itu adalah dengan menyingkirkan semua keinginan rendah yang menyebabkannya. Sesungguhnya kita bukan menikmati kesenangan tetapi dikuasai oleh kesenangan itu.
- Waktu akan menyelesaikan masalah.
Apa pun kesulitan kita, bagaimanapun beratnya, semuanya dapat diselesaikan oleh berlangsungnya waktu. Sadarilah bahwa kesulitan itu ada akhirnya, jangan menyita waktu kita hanya untuk memikirkan masalah yang berlarut-larut, lebih baik memikirkan hal lain yang lebih bermanfaat.
referensi:http://bacaebookgratis.wordpress.com/2011/06/03/10-manusia-dan-kegelisahan-tulisan/
Langganan:
Postingan (Atom)