Jumat, 09 Maret 2012

Tugas 1 #Bahasa Inggris

differences in word english Britain and english america



Inggris. Amerika. Indonesia.

honour. honor. Kehormatan.

humour. humor. Kelucuan.

labour. labor. Kerja.

neighbour. neighbor. Tetangga.

odour. odor. Bau tidak sedap.

parlour. parlor. Salon.

rancour. rancor. Benci.

rigour. rigor. Kekakuan.

rumour. rumor. Kabar angin/Gosip.

saviour. savior. Juru Selamat.

Tulisan 1 #Bahasa Inggris

My personal autobiography


My name is faisal ahmad, I was born in Jakarta on the 10th of november 1991.
now at this moment I have 20 years of age. I am a student at one university Gunadarma. I am Moslem and I am sure the sex of a man. I live with my parents which is located onhighway number 45 mill. my child to 2 of 4 siblings. My father's name is Zainuddin whilemy mother named Mrs. Maryani. My father was self-employed work, while my mother wasa housewife. now my status is still not married. My favorite food is steak and pizza. Myhobby is playing computer games, playstation, movies, and playing futsal.

Jumat, 25 November 2011

tulisan 8

Harapan-harapan di masa depan

ika saya ditanya harapan saya? sebenarnya banyak sekali, tapi saya ambil contoh untuk harapan saya dimasa yang akan datang. Harapan saya dimasa datang adalah menjadi seorang pengusaha muda, menjadi seorang yang bermanfaat dimasa yang akan datang, menjadi imam yang berhasil dalam membina keluarga nanti, dan menjadi pribadi seseorang yang baik bagi semua orang,serta menjadi orang yang selalu dikenang ketika saya sudah tiada.
Dan untuk keluarga saya, saya akan berusaha apapun untuk membahagiakan keluarga saya terutama untuk kedua orang tua saya. dimana bisa di bilang sebagai bales budi kepada orang tua,waktu saya kecil hingga dewasa sampai sekarang mereka selalu mendukung,menjaga,dan memberikan yang terbaik untuk saya.

Tugas 8 (IBD)

definisi harapan.

Harapan adalah impian Anda. Sedangkan harapan yang dibuat oleh pikiran Anda adalah rencana Anda. Dengannya, Anda tidak mungkin melihat jalan-jalan menuju ke tempat-tempat yang baik, bila hati Anda kosong dari harapan.
Harapan yang dalam adalah pembentuk kerendahan hati yang mudah menerima yang kecil dan yang sederhana – sebagai syarat bagi pencapaian yang besar dan yang sulit.
Harapan yang tinggi adalah pembentuk kesungguhan hati untuk menggunakan semua kekuatan dari keberadaan Anda – untuk mencapai yang tertinggi dari yang mungkin Anda capai.

Referensi:http://ekowerdiyanto.blogspot.com/2007/09/definisi-harapan.

tulisan 7 - kegelisahan

Kehidupan manusia sekarang ini semakin maju, didukung dengan teknologi yang semakin memudahkan manusia dalam menjalankan aktivitas dan kehidupannya sehari-hari. Gerak manusia semakin cepat, setiap aktivitas yang dikerjakan dikontrol oleh agenda yang senantiasa dibawa serta, mereka merasa selalu diburu waktu seakan waktu 24 jam sehari tidaklah cukup. Kehidupan seakan berjalan seperti rutinitas yang senantiasa harus dilakukan untuk mencapai ‘tujuan hidup’, tanpa menyampingkan hal lain, seperti kesehatan dan kebutuhan spiritual, hanya terfokus pada pekerjaan dengan dipenuhi oleh pikiran kesenangan yang akan didapat di masa yang akan datang.
Di balik itu semua, secara jujur, maukah Anda mengakui bahwa Anda merasa gelisah? Apakah kadang Anda merasa takut dan susah hati menjalani hidup yang itu-itu saja? Kalau jawabannya ‘ya’, jangan khawatir, karena itu adalah hal yang wajar dialami oleh manusia bahkan mungkin sampai saat kematian menghampirinya.
Kegelisahan dan kesedihan merupakan suatu kejahatan kembar yang datang beriringan dan bergandengan. Mereka hidup bersama-sama di dunia ini. Jika Anda gelisah, maka Anda akan merasa susah dan sedih, begitu pun sebaliknya. Kadangkala kita berupaya untuk menghindari mereka, lari dari kenyataan, tetapi tetap saja mereka akan senantiasa hadir dalam diri kita. Kejahatan kembar ini bukan untuk dihindari, tetapi bukan berarti kita membiarkan mereka untuk mengalahkan kita. Kita harus mengatasi mereka dengan usaha kita sendiri, dengan kemantapan hati dan kesabaran, dengan pengertian benar dan kebijaksanaan.
Kegelisahan yang timbul dalam diri kita sebenarnya dibuat oleh kita sendiri, kita ciptakan mereka di dalam pikiran kita melalui ketidakmampuan ataupun kegagalan untuk mengerti bahaya perasaan keakuan dan melalui khayalan yang melambung serta kesalahan dalam menilai setiap kejadian atau benda. Hanya jika kita dapat melihat suatu kejadian atau benda dengan apa adanya, bahwa tidak ada sesuatu apa pun yang kekal di dunia ini dan bahwa keakuan kita sendiri merupakan khayalan liar yang membawa kekacauan dalam pikiran yang tidak terlatih.
Sang Buddha bersabda, “Di mana pun rasa ketakutan muncul, ia hanya akan muncul pada orang yang bodoh, tidak pada orang yang bijaksana.” Ketakutan tidaklah lebih dari keadaan pikiran yang dapat menjadi subyek untuk mengendalikan dan memimpin, penyalahgunaan pikiranlah yang menghasilkan ketakutan, penggunaan yang benar akan mewujudkan harapan dan cita-cita dan dalam hal ini pikiran sepenuhnya tergantung pada diri kira sendiri.
Ada pepatah yang berbunyi, “Alam telah menganugerahi manusia untuk dapat mengendalikan seluruh isinya, kecuali satu hal, yaitu pikiran.” Kenyataan ini diperkuat dengan kenyataan tambahan bahwa segala sesuatu yang diciptakan manusia dimulai dalam bentuk pikiran, hal ini menuntun kita untuk menyadari bahwa ketakutan dapat diatasi. Rasa ketakutan, kegelisahan, dan kecemasan yang tidak berlebihan merupakan naluri alamiah untuk menjaga diri, tetapi jika berlebihan akan menjadi musuh bagi manusia itu sendiri.
Seorang ahli anatomi terkemuka dari Inggris suatu ketika ditanya oleh muridnya tentang obat terbaik untuk mengatasi ketakutan, dan jawabnya adalah, “Cobalah untuk mengerjakan sesuatu untuk orang lain.” Murid tersebut merasa heran atas jawaban yang diberikan, kemudian sang guru meneruskan, “Anda tidak dapat memiliki dua pikiran yang berlawanan pada waktu yang sama, salah satu pikiran akan mengusir pikiran yang lain. Jika suatu saat pikiran sedang terpusat untuk menolong orang lain tanpa mengharapkan apa pun, maka rasa ketakutan tidak akan muncul di dalam pikiran pada waktu yang sama.”
Hal-hal berikut bisa kita sadari dan mungkin dilakukan untuk melatih pikiran kita agar kita tidak memberikan kesempatan kepada kejahatan kembar untuk menumpangi pikiran kita:
- Jangan bertentangan dengan hukum alam.
Hiduplah sesuai dengan hukum alam, mengikuti jalan kehidupan yang benar dan melakukan jasa-jasa dan kebaikan. Mungkin Anda adalah manusia modern yang sangat sibuk, tetapi sisihkanlah waktu Anda walaupun sedikit untuk membaca buku-buku yang bernilai. Kebiasaan ini akan memungkinkan Anda untuk melupakan kecemasan dan mengembangkan batin. Jangan lupa bahwa Anda juga merupakan makhluk beragama, sisihkan waktu untuk menunaikan kewajiban agama, seperti membaca parita suci.
- Kenalilah lingkunganmu.
Kita tidak dapat menyelami kehidupan orang lain yang sesungguhnya, seperti mengerti kehidupan orang lain yang tingkat sosial ekonominya berbeda dengan kita. Jika kita sehat, kita tidak dapat mengetahui bagaimana rasanya sakit atau cacat. Kurangnya pengalaman seperti itu membuat rasa toleransi kita kurang karena toleransi lahir hanya dari pengertian, sedangkan pengertian tidak dapat timbul tanpa adanya pengalaman. Karena itu, mendapatkan pengalaman sebanyak mungkin dari semua segi kehidupan merupakan hal yang baik dan menyadari bahwa kita tidak selalu hidup dalam keadaan mewah.
- Ketidakbahagiaan manusia.
Sang Buddha mengajarkan bahwa ketidakbahgiaan datang dari keinginan yang rendah, egois, hanya mempedulikan diri sendiri, dan jika tidak terpenuhi, maka akan menyebabkan kesusahan dan kegelisahan. Cara untuk menghindari kegelisahan itu adalah dengan menyingkirkan semua keinginan rendah yang menyebabkannya. Sesungguhnya kita bukan menikmati kesenangan tetapi dikuasai oleh kesenangan itu.
- Waktu akan menyelesaikan masalah.
Apa pun kesulitan kita, bagaimanapun beratnya, semuanya dapat diselesaikan oleh berlangsungnya waktu. Sadarilah bahwa kesulitan itu ada akhirnya, jangan menyita waktu kita hanya untuk memikirkan masalah yang berlarut-larut, lebih baik memikirkan hal lain yang lebih bermanfaat.

referensi:http://bacaebookgratis.wordpress.com/2011/06/03/10-manusia-dan-kegelisahan-tulisan/

Tugas 7 (IBD)

Membicarakan kegelisahan dan cara mengatasi galau.

“Galau” sepertinya kata-kata ini sering terdengar oleh Anda yang sering update status di twitter, kata-kata ini juga sering dipakai oleh para pengguna twitter ketika dia sedang dilanda fenomena “galau” bahkan sering dijadikan dalam bentuk hashtag. Buat anda yang tidak mempunyai twitter dan tidak mengetahui “galau” itu apa, akan saya jelaskan sedikit. Galau itu adalah rasa dimana perasaan seseorang sedang gundah atau gelisah. Nah, berikut saya berikan beberapa tips cara mengatasi rasa galau tersebut.



Pertama, perasaan galau ini sering muncul bagi anda-anda para jomblo, karena galau ini mudah menyerang yang sedang kesepian apalagi tidak punya kekasih..hhhe. Nah agar rasa galau itu hilang caranya adalah setiap malam minggu ketika teman anda yang sudah berpasangan sedang “berpacaran”, pastikan anda selalu ikut dalam kegiatan itu Jadilah orang ketiga dalam setiap kegiatan pacaran mereka. Jadi perhatian Anda akan teralihkan dari rasa “galau” ke perbuatan mengganggu orang pacaran..


Kedua, agar anda tidak merasakan galau yang berkepanjangan sendirian, ajaklah beberapa teman Anda ke rumah, ajaklah mereka agar merasakan ke-galau-an yang sedang anda alami jika perlu sambil menonton film telenovela yang menguras air mata. Dengan demikian, anda tidak sendirian lagi mersakan rasa galau tersebut karena sekarang anda mempunyai teman untuk merasakan rasa galau anda.


Ketiga, jika rasa galau ini belum hilang juga. Dengarlah musik aliran metal, kencangkan suara volumenya dan bernyanyilah sekencang-kencangnya sampai rasanya pitas suara anda mau putus, agar lebih tersa lagi pakailah peralatan dapur seperti panik dan penggorengan sebagai pengganti alat musik. Buatlah diri anda nyaman dan tidak merasa galau lagi. Teriaklah sekencang-kencangnya sampai tetangga sebelah merasa terganggu dan melempari rumah anda dengan batu. Halalkan segala cara untuk menghilangkan rasa tersebut..semangat!

referensi:http://jadiberita.com/2011/09/08/cara-ampuh-mengatasi-galau/

tulisan 6

Cita-cita

Dari berkembangnya saya dari waktu ke waktu, selalu diikuti dengan berkembangnya cita-cita saya, dulu ketika saya masih TK saya ingin menjadi seorang polisi, dan itu sepertinya didukung sekali oleh ibu saya, yang selalu mendukung anaknya.tapi sepertinya cita-cita saya tidak sejalan dengan kemamuan dari ayah saya. ayah saya meminta saya untuk menjadi seorang pengusaha atau disebut sebagai ” Bisnis Man “, tapi pada saat itu saya menolaknya, karna seorang bisnis man tidak terlalu familiar dimata saya kala itu.
Dan makin bertambah dewasanya saya, cita-cita kecil saya itu pun mulai pudar,cita-cita saya berubah drastis 360 derajat, saya ingin menjadi seorang photograper dan MC. tapi maklum namanya juga masih anak abg selalu jika saya melihat ada tokoh yang berhasil dibidang yang saya belum ketahui pasti saya ingin menjadi sepertinya juga:D
Semakin dewasa, cita-cita sudah mulai saya kokohkan dari dalam hati saya, saya sudah tetapkan saya ingin menjadi seorang pengusaha, hal itu tidak dipungkiri karna saya sudah belajar banyak waktu saya lulus SMA langsung bekerja di suatu tempat perusahaan otomotif. kemauan itu ditambah lagi dengan penghasilan sebagai pengusaha itu bisa berkali-kali lipat besarnya dari pada menjadi orang kantoran yang hanya mengandalkan gaji dan bonus.